
Pakan Mandiri Dapat Menekan biaya budidaya Ikan, Keuntungan Meningkat
Kelompok Ngupoyo Mino adalah kelompok yang aktif memproduksi pakan mandiri. Proses pembuatan pakan mandiri memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka, seperti kepala ikan laut daripasar beringharjo, gangsing dari pantai selatan Jogja, kepala ikan dari mpek-mpek Ny Kamto, gaplek dari Gunung Kidul, dedak/katurl halus yang adala disekitar kelompok, karena bahan tersebut relatif murah sehingga dapat menekan biaya produksi pembuatan pellet.
Hasil uji Kualitas pakan mandiri yang dihasilkan kelompok di laboratorium gizi UGM menunjukkan protein sebesar 25%, 28% dan 32% serta sudah mendapatkan sertifikat CPPIB (Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik) di tahun 2017 dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP.
Awal 2013, kelompok mula memproduksi pakan mandiri dengan menggunakan mesin sederhana buatan kelompok sendiri, setelah 3 tahun, mereka mendapat perhatian dari KKP berupa bantuan mesin cetak dan mesin penepung, yang sangat mendukung gerakan pakan mandiri Ngupoyo Mino. Keberadaan mesin ini dapat meningkatkan produksi pakan yang semula 50 kg/hari menjadi 100-200 kg/ hari.
Kelompok berharap dapat mengembangkan produksi pakan mandiri sehingga tidak hanya diakses oleh kelompok tetapi juga dapat diakses oleh pembudidaya lain di luar kelompok mereka. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, kelompok memerlukan sarana dan prasarana seperti alat transportasi, mesin yang lebih besar dan gudang /rumah pellet.


