
MERAUP UNTUNG JUTAAN RUPIAH DARI BUDIDAYA CABE RAWIT TANPA MULSA (Bag.2)
Keberhasilan budidaya tanaman cabai tidak lepas juga dari pemeliharaan yang baik. Ketelatenan dalam membasmi gulma, melakukan pembubunan, pemupukan, dan pembasmian hama dan penyakit. Pertanaman tanpa mulsa, secara otomatis perkembangan gulma cukup cepat. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan secara mekanis dengan mencabut rumput dan meletakkan diatas bedengan agar mengering, berfungsi sebagai mulsa alami, dan melapuk menjadi sumber bahan organik tanah.
Apabila rumput yang telah dicabut mulai layu, dapat dilakukan kegiatan pembubunan. Pembubunan ini dilakukan untuk membentuk got antar bedengan dan merapikan bedengan. Kegiatan pembubunan dapat dilakukan berkali-kali sesuai kebutuhan dengan patokan bahwa kedalaman got antar bedengan tidak lebih dalam dari got keliling.
Pemupukan tanaman cabai dilakukan setelah tanaman berumur 14 hari setelah tanam. Pemupukan awal sebelum berbunga menggunakan ultradap 2 sendok makan dan KNO3 Merah 1 sendok makan dilarutkan dalam 10 liter air, lalu dikocor ke tanaman dengan takaran kurang lebih 1 gelas per tanaman. Pemupukan dilakukan dua minggu sekali sampai tanaman berbunga, setelah berbunga pemupukan dibatasi setiap satu hingga dua bulan sekali. Maksud pembatasan pupuk kimia terutama dengan kandungan Nitrogen yang tinggi adalah untuk menjaga daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Tanaman cabe memerlukan pengairan yang tepat, tidak berlebih juga tidak kurang. Pemberian air pada tanaman cabe hanya dilakukan pada pertanaman cabai musim kemarau dengan selang pengairan satu hingga dua minggu sekali sesuai dengan jenis tanah. Pengairan dilakukan dengan mengalirkan air ke lahan hingga air memenuhi ½ dari kedalaman got antar bedengan. Pemberian air yang berlebihan justru akan menyebabkan kelayuan tanaman cabai.
Baca juga: MERAUP UNTUNG JUTAAN RUPIAH DARI BUDIDAYA CABE RAWIT TANPA MULSA (Bag.1)
Sebagian orang beranggapan agar tanaman cabe bisa bagus diperlukan penyemprotan hama yang intensif, anggapan itu tidak selamanya benar, dengan pembersihan, pengelolaan tanah dan lingkungan sekitar tanaman, penggunaan pestisida dan obat-obatan kimia dapat diminimalisir , kualitas hasil justru lebih bagus.
Cabe rawit bisa mulai 3,5 sampai 4 bulan setelah tanam, dengan budidaya yang tepat meskipun tanpa menggunakan mulsa, puncak panen raya cabe bisa terjadi pada petikan ke-14 dan pada petikan ke-18 sudah mencapai hasil 1 ton untuk luasan sekitar 1700 m2 seperti yang dilakukan Mino.
Mino Berharap, dikemudian hari, lebih banyak petani yang menerapkan cara budidaya yang baik, karena menurutnya praktek bertani dengan input rendah, pengelolaan yang baik, justru menghasilkan frekwensi petik yang tinggi, hasil yang baik. Bonus lain dari budidaya yang baik dan ramah lingkungan adalah umur produksi tanaman cabai bisa lebih panjang.
Sribudi Astuti, STP
UPTD Sub Terminal Agribisnis




