BBPOPT KEMENTAN RESMIKAN KAMPUNG PERAMALAN OPT DI SLEMAN, PETANI DAPAT TEKNOLOGI DAT

26 November 2025 / Oleh: ADMIN / Direktori: Tanaman Pangan, Teknologi Terapan

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) resmi meluncurkan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau Forecasting Smart Ecovillage di Hanggar Tani, Ngaglik Sumbersari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, pada Minggu, 23 November 2025.

Kegiatan launching dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P., serta Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E.. Acara diawali dengan gerakan tanam padi di lahan demplot kampung peramalan.

Sekjen Tanaman Pangan Kementan Menjelaskan Teknologi DAT

Kalurahan Sumbersari dipilih sebagai lokasi karena merupakan wilayah endemis tikus di Kabupaten Sleman. Program kampung peramalan ini sejalan dengan program Asta Cita, khususnya upaya memperkuat ketahanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan pengembangan ekonomi hijau serta ekonomi biru.

BBPOPT menjelaskan bahwa serangan OPT berpotensi mengganggu capaian swasembada pangan, terutama jika terjadi ledakan populasi hama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil secara signifikan. Oleh karena itu, kampung peramalan dikembangkan untuk menerapkan Disruptive Agriculture Technology (DAT) pada komoditas padi dengan input rendah namun produktivitas tinggi, sekaligus menyebarluaskan teknologi pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT secara terpadu di kawasan seluas ±200 hektare.

Program ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Balai Perlindungan Tanaman Pertanian DIY, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, para POPT, PPL, serta Gapoktan Sumbersari. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup demplot DAT, pengamatan OPT mingguan, dan pertemuan petani melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SL-PHT). Penerapan PHT dilakukan melalui prinsip monitoring rutin, budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, dan pemberdayaan petani sebagai ahli PHT.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sleman sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, penyuluh, dan petani merupakan kunci keberhasilan kampung peramalan.

Beliau juga menyebut bahwa hadirnya konsep kampung peramalan OPT merupakan inovasi strategis, karena memadukan inspeksi lapangan dengan pemanfaatan data, teknologi, dan analisis ilmiah untuk memprediksi potensi serangan OPT lebih dini. Pendekatan smart village yang diusung program ini diharapkan memperkuat komitmen Kabupaten Sleman dalam membangun desa yang tangguh, mandiri, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.

Harga Komoditas Pasar
Harga Komoditas Pertanian
  • Harga (Rp/Kg)
    Nama Produk (Komoditas)
  • 57.000
    BRENGOS cabai rawit
  • 9.000
    Buncis
  • 36.500
    ELX Cabai Merah Keriting
  • 8.000
    Gambas
  • 5.500
    Kacang Panjang
  • 56.000
    OER TAVI Caba Rawit
  • 60.509
    ORI Cabai Rawit
  • 5.000
    Pare
  • 56.000
    RM Cabai Rawit
  • 5.000
    Salak Pondoh (produsen)
  • 2.000
    Sawi (PPHPM)
  • 2.000
    Terong
  • 3.500
    Timun Baby
  • 2.500
    Timun Jawa
  • 1.500
    Tomat
Lihat selengkapnya
Terhubung Dengan Kami
ASN BerAKHLAK
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
Layanan Kami
POSKO WASPADA PMK
STANDAR PELAYANAN DAN MAKLUMAT PELAYANAN
Link Terkait