
PERESMIAN IRIGASI PERPOMPAAN DI KAPANEWON MINGGIR: LANGKAH STRATEGIS SLEMAN PACU PRODUKSI PADI
MINGGIR – Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman bersama Kodim 0732/Sleman, Danramil 014 Minggir, Panewu Minggir, Kapolsek Minggir, dan Lurah Sendangmulyo, Minggir meresmikan irigasi perpompaan di Kelompok Tani Subur Makmur, Prapak Wetan, Sendangmulyo, Minggir pada Jum’at (19/12).
KT Subur Makmur menjadi salah satu dari tiga kelompok tani di Sleman yang menerima bantuan irigasi perpompaan. Kelompok lain yang menerima irigasi perpompaan adalah KT Lumintu Lestari, Planggokan, Sendangmulyo, Minggir dan KT Mardi Raharjo, Jitar Ngemplak, Sumberarum, Moyudan.
Irigasi perpompaan ini merupakan bantuan APBN 2025 dari Kementerian Pertanian senilai Rp153.000.000,- untuk pembangunan bak penampung air, rumah panel listrik, pembelian pompa air, dan instalasi pipa. Sumber air yang digunakan berasal dari air permukaan sungai yang digunakan untuk mengairi 20 hektar lahan pertanian.
Kegiatan peresmian irigasi perpompaan diawali dengan pengecekan sumber air dan instalasi kemudian dilanjutkan dengan pembukaan keran air pada bak penampung air sebagai tanda telah diresmikannya irigasi perpompaan di KT Subur Makmur, KT Lumintu Lestari, dan KT Mardi Raharjo.

Ketua Kelompok Tani Lumintu Lestari sebagai perwakilan ketiga kelompok penerima irigasi perpompaan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, TNI melalui Komandan Kodim 0732/Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Panewu Minggir, Lurah Sendangmulyo, dan rekan-rekan kelompok tani sehingga pembangunan irigasi perpompaan ini dapat terselesaikan dengan baik. Harapannya dengan adanya irigasi perpompaan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga penggunaan air dapat lebih merata. “Kami berharap irigasi perpompaan ini dapat kami manfaatkan semaksimal mungkin sehingga bisa mengatasi lahan kritis yang ada di wilayah kami yang akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.”

Dalam sambutan Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, S.Hut., MT, mengungkapkan bahwa pertanian Sleman sisi barat masih banyak ditemukan lahan “bera” (lahan sawah yang tidak ditanami), setelah dilakukan kajian, lahan bera ini disebabkan karena serangan hama tikus, tidak adanya petani penggarap, dan kesulitan akses air untuk bisa sampai ke lahan pertanian. Maka, dengan adanya irigasi perpompaan ini menjadi salah satu solusi untuk menangani lahan bera.
“Terima kasih kepada kelompok tani yang telah ikhlas bersama-sama membangun irigasi perpompaan ini, semoga bangunan yang telah didirikan dan alat-alat yang ada akan awet digunakan dan dapat membantu apa yang menjadi tujuan dari kegiatan ini khususnya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi untuk wilayah Minggir dan Moyudan” akhir sambutan Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (Bid. TP)


