
PEMKAB SLEMAN DAN BAZNAS DUKUNG PEMULIHAN PETANI TERDAMPAK WERENG DI BANYUREJO
SLEMAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan pemberdayaan kepada petani terdampak serangan hama Wereng Batang Cokelat (WBC) di Ngabean, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, pada Jumat (24/7/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan usaha tani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di wilayah terdampak.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kabupaten Sleman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Panewu Tempel, Forkopimkap Tempel, serta Lurah Banyurejo beserta jajaran.
Pada musim tanam 2026, petani di Kalurahan Banyurejo menghadapi serangan hama Wereng Batang Cokelat (WBC). Serangan pertama terdeteksi pada Februari 2026 di wilayah Bulak Mlinting, Kalurahan Banyurejo, kemudian meluas ke sejumlah wilayah sekitar, meliputi Kalurahan Tambakrejo, Mororejo, Margoagung, Margokaton, dan Caturharjo. Berdasarkan hasil pemantauan, total luas serangan mencapai 206 hektare dengan tingkat serangan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Sebagai upaya pengendalian, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman bersama Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan pendampingan melalui 28 kali gerakan pengendalian selama Februari hingga 3 Juli 2026. Upaya tersebut juga didukung oleh pengendalian secara mandiri yang dilakukan petani di lahan masing-masing.
Melalui pengendalian secara terpadu tersebut, perkembangan serangan WBC berhasil ditekan. Dari total areal terdampak seluas 206 hektare, sebanyak 197,97 hektare mengalami penurunan tingkat serangan sehingga kondisi pertanaman dapat pulih kembali. Sementara itu, 8,03 hektare mengalami serangan berat yang berdampak pada penurunan hasil produksi.
Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS berharap produktivitas usaha tani dapat meningkat, kemandirian petani semakin kuat, serta kesejahteraan petani terdampak dapat terus ditingkatkan.
Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian berupa benih jagung, pupuk organik, dan agens pengendali hayati kepada 46 petani terdampak. Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp550.000 per 1.000 meter persegi lahan, dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp44.165.000.


