Bima Cup Jadi Momentum Bangkitkan Kembali Ikan Hias di Sleman

31 August 2026 / Oleh: Pertanian Sleman / Direktori: Perikanan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung penyelenggaraan Mini Kontes Ikan Louhan Piala Bima Cup sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas komunitas sekaligus mendorong pengembangan sektor ikan hias di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Farm LUX AQUATIC Yogyakarta tersebut diikuti sekitar 150 ekor ikan louhan dari berbagai daerah.

Mini Kontes Ikan Louhan Piala Bima Cup merupakan seri pertama dari rangkaian Pandawa Cup yang direncanakan digelar dalam lima seri. Kontes berskala regional dan terbuka untuk umum ini menjadi wadah bagi para penghobi ikan louhan untuk berkompetisi sekaligus mempererat jejaring antarkomunitas dan pelaku usaha ikan hias.

Adapun kelas yang diperlombakan meliputi kategori CCE, CHE, dan FME untuk ukuran maksimal 12 sentimeter; CCD, CHD, dan FMD untuk ukuran 12–16 sentimeter; serta kategori GBD dengan ukuran di atas 16 sentimeter.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bima Cup dapat menjadi momentum untuk membangkitkan kembali geliat sektor ikan hias di Kabupaten Sleman.

“Kontes ini kami dukung karena menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali ikan hias di Sleman. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang bagi para penghobi dan pelaku ikan hias untuk bertemu, berkomunikasi, serta berbagi pengetahuan,” ujar Liem.

Menurut Liem, keberadaan komunitas memiliki peran penting dalam pengembangan sektor ikan hias. Kontes tidak hanya menjadi ajang penilaian kualitas ikan, tetapi juga sarana bertukar pengalaman mengenai teknik pemeliharaan, pembudidayaan, hingga pengembangan usaha.

Ia menambahkan, keberlanjutan kegiatan dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pembudidaya, serta pelaku usaha menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ikan hias yang lebih maju di Sleman.

“Harapannya kegiatan ini dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Dengan adanya rangkaian seri ini, komunitas dan pelaku ikan hias memiliki ruang untuk terus meningkatkan kualitas dan mengembangkan potensinya,” jelasnya.

Liem juga menilai sektor ikan hias memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, berbagai kegiatan yang mempertemukan komunitas, pembudidaya, dan pelaku usaha perlu terus didorong agar mampu memperkuat ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap komunitas-komunitas ikan hias yang ada di Sleman dapat terus berkembang. Pemerintah tentu akan mendukung berbagai potensi yang ada agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Mini Kontes Ikan Louhan Piala Bima Cup, Arie Susilo, menjelaskan bahwa Bima Cup merupakan seri pembuka dari rangkaian Pandawa Cup yang akan dilaksanakan dalam lima seri. Kegiatan tersebut dibina oleh Welly Luxza Pradana yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Louhan Club Indonesia (LCI).

Menurut Arie, penyelenggaraan kontes diharapkan menjadi ruang bagi para penghobi untuk menampilkan kualitas ikan terbaik sekaligus memperluas jejaring antarkomunitas.

“Bima Cup ini menjadi bagian pertama dari rangkaian Pandawa Cup. Ke depan masih ada beberapa seri yang akan dilaksanakan sehingga kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan semakin banyak penghobi yang berpartisipasi,” ungkap Arie.

Mini Kontes Ikan Louhan Piala Bima Cup ditutup pada Minggu (30/8/2026). Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kegiatan tersebut menjadi awal yang baik dalam memperkuat komunitas ikan hias, meningkatkan kualitas budidaya, serta mengembangkan potensi ikan hias sebagai salah satu subsektor perikanan yang bernilai ekonomi.

Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, pembudidaya, dan pelaku usaha, sektor ikan hias diharapkan tidak hanya berkembang sebagai hobi, tetapi juga mampu menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Sleman. (Yaafi)

Harga Komoditas Pasar
Harga Komoditas Pertanian
  • Harga (Rp/Kg)
    Nama Produk (Komoditas)
  • 57.000
    BRENGOS cabai rawit
  • 9.000
    Buncis
  • 36.500
    ELX Cabai Merah Keriting
  • 8.000
    Gambas
  • 5.500
    Kacang Panjang
  • 56.000
    OER TAVI Caba Rawit
  • 60.509
    ORI Cabai Rawit
  • 5.000
    Pare
  • 56.000
    RM Cabai Rawit
  • 5.000
    Salak Pondoh (produsen)
  • 2.000
    Sawi (PPHPM)
  • 2.000
    Terong
  • 3.500
    Timun Baby
  • 2.500
    Timun Jawa
  • 1.500
    Tomat
Lihat selengkapnya
Terhubung Dengan Kami
ASN BerAKHLAK
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
Layanan Kami
POSKO WASPADA PMK
STANDAR PELAYANAN DAN MAKLUMAT PELAYANAN
Link Terkait