
DARI KEBUN KECIL KWT, HASILKAN RATUSAN JUTA RUPIAH PER BULAN
Sleman – Lomba Tanam Timun Baby Bupati Sleman Cup bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) memasuki tahapan penilaian, setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo pada 19 Juli 2023. Sejumlah 51 Kelompok Wanita Tani dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman berkompetisi untuk menghasilkan tanaman timun baby yang sehat, berproduktivitas tinggi serta memenuhi standar mutu yang baik. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari unsur petugas lingkup Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman serta praktisi ahli budidaya timun baby. Ada beberapa kriteria penilaian yang terdiri dari penilaian budidaya (jarak tanam, tinggi tanaman, dan lebar daun) serta penilaian produksi tanaman timun baby (panen ke 1- 20) yang disetorkan ke titik kumpul lelang sayuran Kabupaten Sleman.
Bertempat di lahan KWT Srikandi Mandiri Gejayan Condongcatur, Bupati Sleman meninjau langsung kegiatan lomba tanam timun baby Bupati Sleman Cup ini.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir Suparmono, MM melaporkan bahwa luas lahan yang dilombakan yaitu 17.126 meter persegi. Sampai dengan saat ini produksi timun baby di lahan lomba telah mencapai 32.805 kg dengan kualifikasi grade A mencapai 95%, grade B 3% dan kualifikasi lainnya hanya 2 %.
“Tidak hanya berupaya meningkatkan produksinya tetapi KWT juga mampu memproduksi timun baby sesuai kebutuhan pasar, baik dari segi kuantitas maupun kualitas”, jelas Suparmono.
Lomba ini sangat efektif untuk mengerakkan wanita tani untuk mengenal agribisnis dengan memanfaatkan lahan pertanian di lingkungannya untuk memproduksi komoditas tertentu dan berupaya meraih keuntungan. Hal ini terbukti dari besarnya pendapatan KWT dari hasil penjualan timun baby yang diperoleh KWT hingga saat ini telah mencapai Rp. 115.870.000,- dengan harga jual timun grade A antara Rp.4250-5000/kg, dan kedepan diprediksi harga akan terus meningkat.
Ketua KWT Srikandi Mandiri Gejayan, Retno Setyaning, mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman atas diselenggarakannya lomba timun baby ini. Kegiatan pemasaran produk sayur KWT Srikandi Mandiri yang sebelumnya dilakukan melalui whatsapp grup padukuhan atau di pasar tradisional, saat ini KWT mengenal titik kumpul dan mengetahui bagaimana memproduksi timun agar bisa masuk grade kualitas mutu produk yang baik.
“Harga jual di titik kumpul juga cukup baik saat ini mencapai 5000 per kg, harapannya semoga kedepan harganya semakin baik sehingga membuat kami semakin semangat” ungkap Retno.
Ibu Djumanah, ketua KWT Sari Maju, Blendung, Sumbersari, Moyudan menyampaikan bahwa ini pertama kali KWT-nya menanam timun baby.
” Anggota KWT sangat terkejut ketika melihat buah timun yang banyak sekali, setiap pohon bisa puluhan bunga dan buah, mereka senang sekali ketika memetiknya” ungkapnya dengan berbinar.

Lain lagi pengalaman ibu Maria ketua KWT Makmur Jaya, Jetis, Tirtomartani Kalasan, menurutnya meski KWT harus membeli air setiap 4 hari sekali untuk irigasi agar tanaman tetap produktif, tapi hasil yang diperoleh tetap menguntungkan yaitu mencapai 5 juta rupiah.
“Kami belum tau kalo panen timun cepat sekali, bisa 2 kali panen per hari. Suatu pagi kami menunda pemetikan timun di sore harinya, ternyata timunnya sudah besar-besar banget dan akhirnya 90 kg timun masuk grade B. Meski sedih tapi gak apa-apa, itu pengalaman yang membuat kami jadi lebih teliti.” lanjutnya.
Pendapatan KWT tidak hanya dari penjualan timun segar tetapi juga dari olahan hasil pertanian, timun yang tidak masuk pasar dapat dimasak untuk konsumsi rumah tangga bahkan diolah menjadi berbagai produk misalnya asinan buah, es timun, dll. Produk olahan tersebut dapat dijual sehingga mendatangkan pendapatan tambahan bagi KWT. (Saras)


