DAUN GAMAL, OBAT ALTERNATIF ATASI SCABIES PADA KELINCI

29 December 2021 / Oleh: ADMIN / Direktori: Peternakan & Kesehatan Hewan, Uncategorized

Memelihara kelinci, sudah mulai digemari banyak orang. Selain karena tampilannya yang imut dan lucu, relatif mudah pemeliharaannya dan cepat  berkembang biak menjadikannya keunggulan tersendiri. Ada beberapa tujuan orang memelihara kelinci yaitu untuk dibudidayakan dan untuk kelinci hias. Kelinci yang dibudidayakan, berdasarkan kemanfaatannya juga dapat dibedakan menjadi: kelinci yang dimanfaatkan dagingnya seperti Flemish Giant dan New Zealand White; dimanfaatkan kulitnya seperti Rex dan Satin; dimanfaatkan bulunya seperti Anggora. Sedangkan kelinci mini jenis French lop dan Netherland Drawf sebagai hewan kesayangan dan kontes.

Permasalahan yang sering dijumpai pada usaha budidaya ternak kelinci adalah penyakit kulit yaitu scabies. Scabies merupakan penyakit zoonosis, disebabkan oleh Sarcoptes scabiei yang berkembangbiak pada kulit. Gejala klinis yang menciri adalah gatal-gatal, timbulnya keropeng pada permukaan kulit seperti bagian telinga, hidung, kaki dan ekor disertai kerontokan bulu.

Sarcoptes scabies

Scabies dapat menular dengan cepat melalui kontak langsung dengan kelinci terinfestasi Sarcoptes scabiei maupun kontak tidak langsung dengan kandang, peralatan dan lingkungan yang tercemar tungau Sarcoptes scabiei. Penularan tidak hanya terjadi dari kelinci ke kelinci, namun dapat pula dari kelinci ke manusia dan sebaliknya karena bersifat zoonosis.

Kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit scabies adalah penurunan produksi dan produktivitas ternak serta dalam kasus yang sangat berat dapat menimbulkan kematian. Kematian biasanya terjadi karena keropeng berada di mulut sehingga menyebabkan kelinci kesulitan untuk makan, sehingga lambat laun akan mati.

Pengendalian penyakit scabies ini masih sulit karena banyak faktor yang mempengaruhi. Faktor geografis dengan wilayah yang beriklim tropis menjadikan penyakit ini bersifat endemis. Penggunaan obat ivermectin dengan dosis yang tepat dengan pengulangan terbukti efektif dalam mengobati penyakit ini. Namun, pengobatan ini tidak ada artinya apabila kelinci masih berada dalam kandang dan lingkungan yang sudah tercemar tungau Sarcotes scabiei karena tungau dapat hidup di lingkungan  hingga 8 minggu sehingga terjadi infeksi ulang (re-infeksi). Selain karena re-infeksi tungau dari lingkungan, kegagalan pengobatan dapat disebabkan oleh adanya resistensi obat ivermectin. Penggunaan obat secara bebas dengan dosis tidak terkontrol akan menimbulkan resistensi obat.  

Selain menggunakan obat-obatan kimia, penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menemukan bahwa pengobatan scabies secara tradisional dapat dilakukan dengan menggunakan daun gamal (Gliricidia sepium). Senyawa aktif yang diduga berperan sebagai anti scabies adalah kumarin. Kandungan kumarin yang tinggi ditandai dengan bau yang menyengat ketika daun gamal disobek.

Daun Gamal

Cara Pembuatan obat skabies dari daun gamal:

  1. Daun gamal yang digunakan yaitu daun tua tetapi masih lunak (kandungan kumarinnya tinggi).
  2. 100 gram daun gamal dicincang atau diblender dan direbus dalam minyak kelapa sawit sampai mendidih selama 1 jam.
  3. Suhu diturunkan dengan cara mengecilkan api (jangan sampai mendidih) selama 1 jam, sehingga total pemanasan selama 2 jam.
  4. Minyak yang telah mengandung bahan aktif daun gamal disaring dan diperas sehingga minyak tersaring sempurna.
  5. Hasil saringan dimasukkan ke dalam botol berwarna gelap agar tidak terkena sinar matahari.
  6. Obat scabies ini dapat disimpan selama 1 minggu  pada suhu ruangan atau selama 6 bulan apabila disimpan di dalam lemari es (suhu 4oC).

Cara Pengobatan:

⦁    Obat scabies dioleskan pada kulit hewan yang terserang scabies dengan menggunakan kuas.

⦁    Pengobatan dilakukan dua kali dengan jangka waktu 1 minggu. Obat ini tidak menimbulkan efek samping, seperti keracunan atau kebutaan pada hewan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menekan kasus penyakit scabies adalah:

  1. Kelinci yang sakit dilakukan pengobatan sesuai dengan ketentuan dan dikandangkan secara terpisah.
  2. Kandang, tempat pakan, alas kandang dibersihkan dan dilakukan penyemprotan menggunakan desinfektan serta selalu dijaga sanitasi dan kebersihannya.
  3. Lalu lintas kelinci diperhatikan, baik kelinci yang menderita scabies secara klinis maupun sub klinis,kelinci yang baru datang dilakukan karantina minimal 2 minggu terlebih dahulu untuk memastikan kesehatannya.
  4. Pejantan harus dipastikan sehat, karena dapat menularkan ke indukan dan induk dapat menularkan ke anaknya.

Referensi :

  • Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2012. Manual Penyakit Hewan Mamalia. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta: Subdit Pengamatan Penyakit Hewan, Direktorat Kesehatan Hewan.
  • Kristina, S.M., Sunarso, A., Yudhana, A. 2020. Antiparasit Ekstak Gliricidia sepium Secara In Vivo Terhadap Sarcoptes scabiei Kelinci di Pesanggaran, Banyuwangi. Jurnal Medik Veteriner 3(2), 236-240.

Ditulis oleh:

drh. Reni Yusana, MPA/ Medik Veteriner Madya

drh. Adriya Dhayani Dwi Putri/ Medik Veteriner Muda

Harga Komoditas Pasar
Harga Komoditas Pertanian
  • Harga (Rp/Kg)
    Nama Produk (Komoditas)
  • 57.000
    BRENGOS cabai rawit
  • 9.000
    Buncis
  • 36.500
    ELX Cabai Merah Keriting
  • 8.000
    Gambas
  • 5.500
    Kacang Panjang
  • 56.000
    OER TAVI Caba Rawit
  • 60.509
    ORI Cabai Rawit
  • 5.000
    Pare
  • 56.000
    RM Cabai Rawit
  • 5.000
    Salak Pondoh (produsen)
  • 2.000
    Sawi (PPHPM)
  • 2.000
    Terong
  • 3.500
    Timun Baby
  • 2.500
    Timun Jawa
  • 1.500
    Tomat
Lihat selengkapnya
Terhubung Dengan Kami
ASN BerAKHLAK
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
Layanan Kami
POSKO WASPADA PMK
STANDAR PELAYANAN DAN MAKLUMAT PELAYANAN
Link Terkait