KOLABORASI KOMDIGI DENGAN PETANI SLEMAN PERCEPAT TRANSFORMASI PERTANIAN CERDAS DI SLEMAN

15 October 2026 / Oleh: ADMIN / Direktori: Hortikultura & Perkebunan, Ketahanan Pangan & Penyuluhan, Uncategorized

SLEMAN – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman menghadiri kegiatan Lokakarya Evaluasi Kinerja dan Keberlanjutan Pemanfaatan Teknologi Digital Sektor Pertanian yang diselenggarakan di Hotel Alana pada Rabu (14/10). Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi pelaksanaan program pendampingan teknologi digital bagi kelompok tani di Kabupaten Sleman sekaligus mendorong keberlanjutan pemanfaatan teknologi digital. Teknologi yang diterapkan dalam program ini meliputi NPK Soil Check untuk membantu mengetahui kondisi unsur hara tanah serta Smart Irrigation untuk mendukung pengelolaan irigasi yang lebih efisien.

Perwakilan Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ir. Wijayanto, M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya diukur dari penggunaannya pada saat program berlangsung, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya oleh petani.

“Teknologi dikatakan berhasil itu bukan pada saat teknologi itu diterapkan. Teknologi berhasil kalau teknologi itu terus dilaksanakan atau terus digunakan,” ungkapnya.

Melalui pendampingan yang telah dilakukan sejak Juni 2026, petani diharapkan dapat merasakan manfaat teknologi dalam meningkatkan produktivitas, mengefisienkan penggunaan pupuk, serta mendukung proses budidaya. Menurutnya, keberhasilan program juga diharapkan memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh petani melalui peningkatan efisiensi dan hasil pertanian, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan UMKM yang berkaitan dengan aktivitas pertanian.

“Teknologi tidak hanya dimiliki oleh teman-teman atau masyarakat di perkotaan, tetapi juga bisa digunakan oleh para petani di desa-desa,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DP3 Kabupaten Sleman, Rofiq Kabuliarto, mengapresiasi pendampingan yang telah diberikan oleh Komdigi bersama Habibi Garden terhadap 15 kelompok tani penerima manfaat. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan mendorong kelompok tani lain untuk memanfaatkan teknologi secara mandiri.

Lebih lanjut, Rofiq menyoroti penyusutan lahan sawah di Sleman yang diperkirakan tersisa sekitar 15.976 hektare, dibandingkan sekitar 21.050 hektare pada 2017. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi, pengembangan varietas unggul, dan efisiensi budidaya.

“Kalau sawah kita semakin berkurang, produksinya menurun karena luasnya menurun, kita hanya akan bertumpu pada input teknologi,” tuturnya.

Melalui NPK Soil Check, petani diharapkan dapat mengetahui kebutuhan unsur hara tanaman sehingga penggunaan pupuk lebih tepat dan efisien. Sementara itu, Smart Irrigation mendukung pengelolaan irigasi yang lebih praktis melalui pemanfaatan teknologi digital.

Lokakarya ini menjadi wadah diskusi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah, dan penyedia teknologi untuk mengevaluasi penerapan program serta membahas keberlanjutannya. Melalui hal tersebut, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sleman.

Harga Komoditas Pasar
Harga Komoditas Pertanian
  • Harga (Rp/Kg)
    Nama Produk (Komoditas)
  • 49.000
    BRENGOS cabai rawit
  • 12.000
    Buncis
  • 49.500
    ELX Cabai Merah Keriting
  • 6.000
    Gambas
  • 5.500
    Kacang Panjang
  • 47.500
    OER TAVI Caba Rawit
  • 49.500
    ORI Cabai Rawit
  • 5.000
    Pare
  • 47.600
    RM Cabai Rawit
  • 5.000
    Salak Pondoh (produsen)
  • 2.000
    Sawi (PPHPM)
  • 2.500
    Terong
  • 6.500
    Timun Baby
  • 6.500
    Timun Jawa
  • 5.000
    Tomat
Lihat selengkapnya
Terhubung Dengan Kami
ASN BerAKHLAK
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
Layanan Kami
POSKO WASPADA PMK
STANDAR PELAYANAN DAN MAKLUMAT PELAYANAN
Link Terkait