
SOSIALISASI PANGAN LOKAL DI SEKOLAH
Kekayaan sumberdaya alam di wilayah Kabupaten Sleman merupakan salah satu potensi yang sangat besar untuk pengembangan pangan lokal. Pangan lokal yang pada beberapa dekade cenderung banyak yang melupakan dan lebih memilih makananan lain. Maraknya makanan masa kini membuat anak-anak menjadi lupa pada makanan-makanan lokal. Berbagai makanan lokal seperti grontol, tiwul, gatot, geblek, cenil, cothot, dan lainnya sudah lagi tidak menarik bagi mereka.
Sumber karbohidrat utama selama ini ada hanya menggantungkan pada komoditas beras dan gandum. Etos belum makan kalo belum makan nasi membuat kebutuhan komoditas padi menjadi tinggi. Sementara banyak keanekaragaman pangan yang di miliki sebagai sumber karbohidrat di sekitar kita. Aneka umbi-umbian merupakan salah satu sumber pangan yang kaya dengan kandungan karbohidrat. Contoh berbagai umbi-umbian diantaranya ketela pohon, umbi rambat, talas, kimpul, enthik, garut, dan sebagainya.
Pada kenyataannya anak usia sekolah banyak yang tidak mengenal berbagai potensi sumber karbohidrat yang menjadi kekayaan dan konsumsi masyarakat jaman sebelumnya. Maka Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman terus melakukan sosialisasi pangan lokal di sekolah-sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk lebih mengenalkan potensi pangan lokal di generasi penerus. Pada tahun 2018 ada 8 Sekolah Dasar yang menjadi lokasi kegiatan sosialisasi pangan lokal dan keamanan pangan. Harapan kegiatan ini adalah masyarakat lebih mengenal keaneka ragaman pangan yang dimiliki dan mempu meningkatkan pola konsumsi pangan sesuai dengan Pola pangan harapan.




